Ini Caraku Jadi Perempuan Alfa dan Memimpin

Aku berbicara dan tidak takut membuat keputusan!

Tanggapan kamu (1) Ini Caraku Jadi Perempuan Alfa dan Memimpin

Laki-laki sering kali mendominasi posisi pemimpin. Dan meskipun aku perempuan, aku gak takut tuh untuk jadi pemimpin dan berani berbicara seperti laki-laki.

Aku tau, perempuan juga punya hak untuk mengutarakan pendapat dan membuat keputusan.

Dan saat aku sadar aku sering banget pengen ngatur, saat itu juga aku tau kalo aku adalah perempuan Alfa, seseorang yang cenderung dominan dalam setiap lingkup sosial.

Dan itu juga bukan hal buruk, kok. Aku belajar banyak hal selama aku jadi seorang Alpha.

Dominan bukan berarti pemaksa
Aku mungkin memang sering dominan, tapi bukan berarti aku boleh maksa orang lain. Aku memperlakukan semua orang dengan hormat dan menghargai setiap pendapat karena setiap pendapat itu berharga.

Kayak waktu aku memutuskan pengaturan kamar asrama sama tiga temenku tuh. Memang gak gampang, soalnya setiap orang punya keinginan masing-masing.

Meski aku pengen banget ngatur sesuai keinginanku, tapi aku gak maksa mereka buat nurutin aku. Sebaliknya, aku memimpin diskusi, ngedengerin pendapat semuanya, nyari solusi terbaik, terus aku deh yang mimpin mereka dalam ngatur tata letak kamar sampe keinginan semua orang bisa tercapai.

Kunci utama: Selalu dengarkan pendapat orang lain, dan beri kesempatan orang lain untuk bertanya dan harus juga ngerti alasan setiap orang. Kalo gitu kan jadi bisa menentukan apa keputusan yang tepat.

Aku tau bahwa rasa hormat itu didapat, bukan diminta Jadi perempuan Alfa memang punya citra yang kuat karena senang jadi ‘pemeran utama’. Tapi aku tau gimana caranya untuk dihargai dan mendapat rasa hormat.

Saat aku mencalonkan diri jadi ketua OSIS, aku menunjukkan pada mereka (yang gak setuju aku mencalonkan diri dan juga pada lawan-lawanku) kalo aku juga punya kemampuan yang layak untuk dipertimbangkan.

Kunci utama: Aku bicara dengan percaya diri di forum diskusi, dan aku memikirkan baik-baik sebelum menjawab orang lain terutama saat pandangan kami tidak sama. Aku selalu mengingatkan diriku sendiri untuk tidak mengeluarkan nada tinggi dan dengan tenang menjelaskan pandanganku. Aku juga dengan sabar membantu orang lain yang masih tidak paham dengan pendapatku supaya mereka lebih mengerti.

Itu sangat membantuku untuk dihargai dan juga menunjukkan pada mereka kalo aku pantas menjadi ketua OSIS.

Aku senang menjadi Alfa. Perempuan Alfa menunjukkan kalo perempuan juga bisa lho punya pendapat.

Alfa itu memimpin!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar
Ms_chu98

Wih keren, membantu banget nih

1 tahun, 3 bulan yang lalu