Kembali Ikhlas

Kadang kesempatan kedua nggak datang begitu aja — dan itu bukan masalah

Tanggapan kamu (17) Kembali Ikhlas

Lebaran sebentar lagi!

Saatnya merayakan kemenangan setelah sebulan mengendalikan diri, bercermin ke hati dan juga berpuasa. Ini juga kesempatan untuk memulai segala sesuatu dari awal. Setiap tahun, kita berjanji untuk merubah diri untuk jadi yang lebih baik: Tahun ini aku mau jadi lebih sabar, lebih baik, belajar lebih rajin, aku mau jadi ini-itu…

Tunggu dulu! Penting sih untuk menjadi diri kita versi yang terbaik, merencanakan dan menetapkan tujuan. Tapi yang lebih penting lagi adalah melihat bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan lebaran adalah waktu yang tepat untuk merenungkan itu.

Waktunya cerita!

Anya dan Tika, 17 tahun, dulunya adalah sahabat yang klop banget! Mereka ibarat gula dan secangkir teh — nggak biasa dipisah! Semuanya baik-baik aja, sampai suatu ketika Tika harus pindah sekolah.

Awalnya, Anya dan Tika bisa menjaga persahabatan mereka lewat maraton telefon, seharian WhatsApp dan nginap di setiap akhir minggu.

Namun, lama-lama, Tika punya teman-teman baru di sekolah barunya dan jadi meluangkan sedikit waktu dengan Anya. Telefon setiap hari kini berubah jadi seminggu sekali bahkan nggak sama sekali. Tika sibuk bermain dengan teman-teman barunya, Anya menjadi sedih. Apa dia sudah terganti begitu aja?

“Aku kayak bukan siapa-siapa,” Anya mengeluh. “Kayaknya Tika lupa sama aku setelah ia punya teman baru.” Ia rindu sama Tika. Ia kangen punya teman yang mengerti tentang dirinya — dan ia merasa kecewa dan marah karena Tika nggak peduli lagi.

Kalo kalian jadi Anya, bisa nggak kalian memaafkan Tika?

Ya, tentu saja harus.. Orang pasti akan berubah dan mungkin saja jadi berjauhan. Kadang menyakitkan tanpa kita sadari. Salah satu bagian dari proses pendewasaan adalah menyadari bahwa kita tidak bisa mengatur tindakan setiap orang; kita hanya bisa mengatur reaksi kita terhadap mereka.

Tidak apa-apa untuk merasa sedih ketika kamu terluka. Berpisah dengan sahabat memang nggak enak — menangis adalah sesuatu yang wajar, malah menyehatkan. Tapi, ingat untuk melepaskan kesedihan dan hal-hal negatif setelah kita meluapkan uneg-uneg kita. Kita harus mengikhlaskan, dan kita nggak mau amarah menguasai kita.

Jadi apa yang dilakukan Anya? Ia berbicara kepada Tika dan memberitahu apa yang ia rasakan. Dan kalian tahu? Tika terkejut! Karena, ia tidak bermaksud melukai Anya, dan ia juga merindukan Anya juga.

Persahabatan Tika dan Anya berubah dan, meskipun hal-hal tidak sama lagi, mereka baik-baik saja dan Tika senang karena Anya mempercayainya dan mengajaknya bicara. Kejujuran dan hati yang mau memaafkan bisa menghadirkan keajaiban.

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Thari

Ya...kita harus saling memaafkan...itu adalah keputusan yang tepat dan benar....

10 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hey, Thari! Setuju! Terima kasih sudah baca Springster! Jangan lupa baca artikel lainnya, dan...

10 bulan yang lalu
Dhewi

Ceritanya Anya Dan Tika. Mengingatkan Aku Pada Sahabatku... Aku Jadi Bersedih Lalu...

11 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, Dhewi, tidak perlu bersedih lama-lama! Perbanyak teman yuk, pasti seru deh :D

11 bulan yang lalu
Tampilkan komentar