Jualan Tuh Bukan Aku Banget

Aku berani memutuskan untuk keluar dan mengejar keinginanku

Jualan Tuh Bukan Aku Banget

Ratih cerita, kalau dia pergi ke pasar grosir di kota sebelah sama ibunya, dan dia bilang, di sana itu seru banget! Semua jenis barang dijual di sana, dan lebih murah apalagi kalau belinya grosiran, seperti selusin (12 buah), sekodi (20 buah), atau segross (144 buah). Tapi, kita boleh kok beli cuma setengah lusin atau ΒΌ lusin, asal barangnya sama. Beda warna gak apa-apa.

Jadi Ratih memiliki ide, kalau dia mau ikut jejak ibunya, yaitu berjualan! Ratih minta aku dan Nisa untuk bergabung jualan alat tulis, dan tentu aja kami semangat banget! Kami kumpulin semua sisa uang jajan kami untuk dijadikan modal awal.

Setelah barang kami pegang, kami harus menjualnya. Ratih memang berbakat jualan kayak ibunya, karena dia jago banget ngejual! Nisa juga orangnya teliti banget apalagi saat menghitung, dia hati-hati banget pas ngitung keuntungan, juga mencatat semua pengeluaran dan pemasukan.

Sementara aku? Aku itu pemalu, dan gak punya bakat jualan kayak Ratih. Aku juga gak seteliti Nisa. Aku tersadar, kalau jualan itu bukan aku banget.

Aku awalnya ragu untuk jujur ke Ratih dan Nisa, karena aku gak mau mengecewakan mereka. Aku mikir lama banget, dan aku merasa aku harus bilang, karena harus selalu ada kejujuran baik dalam pertemanan ataupun bisnis, kan? Jadi aku dengan sangat hati-hati merencanakan apa yang mau aku bilang, aku minta bicara bertiga aja, setelah kami selesai packing. Aku kasih minuman dingin yang sebelumnya udah aku beli, lalu aku mulai bicara. Mereka kaget, sih, tapi mereka ngerti banget sama pilihanku.

Sebelum aku ngomong tuh aku bener-bener mikirin, aku emang gak jago jualan, tapi aku bisa gambar. Jadi aku ngasih ide: gimana kalo setiap pembelian paket alat tulis, pembeli dapet bonus kartu yang aku gambar sendiri. Ratih dan Nisa bilang iya!

Meski aku gak bisa jualan, tapi aku bisa mengasah bakat menggambarku, dan aku juga jadi makin percaya diri untuk mengungkapkan pikiranku!

Kamu juga bisa seperti aku dan didengar. Percaya dirilah, rencanakan apa yang mau kamu ucapkan, coba dan pikirkan solusinya, bicara dengan nada yang baik di tempat yang nyaman, jadi semua permasalahan akan lebih jelas. Semoga berhasil, ya!