Do It for Duit: Mural > Vandal

Lakukan mural yang bukan vandal, lalu semua senang!

Do It for Duit: Mural > Vandal

Kamu pernah liat tembok-tembok di jalanan yang banyak gambarnya? Walaupun bagus, tapi kalo dilakukannya tanpa persetujuan yang punya tembok, tetep aja namanya ‘ngerusak’, hehehe.

Tapi sebelumnya, kamu tau gak, sih, kalo kita bisa gambar di tembok? Yup, kita biasa nyebut itu sebagai mural. Terus, kalo kita melakukannya dengan persetujuan pemilik tembok, gakpapa, lho! Malah kita bisa cari uang dari sana!

Jadi, gimana caranya bikin mural? Kalo kita udah punya ketertarikan untuk gambar, berarti langkah selanjutnya itu latihan! Gambar di dinding jauh lebih sulit daripada gambar di kertas. Soalnya di kertas, kita bisa langsung lihat keseluruhan gambar kita. Tapi kalo di tembok, kita harus hati-hati sama proporsi gambar kita.

Pertamanya mungkin emang susah, tapi kalo latihan, kita pasti bisa jadi lebih baik! Dan jangan lupa untuk tanya pemilik temboknya. Sebelum kita bikin di tembok, kita bisa bikin sketsa dulu di buku gambar, terus tunjukin ke pemilik tembok. Kalo si pemilik tembok setuju, pelan-pelan coba gambar di dinding dan bikin semirip mungkin sama yang ada di sketsa.

Terus pertanyaannya adalah: gimana cara ngehasilin uang dari mural?

Do It for Duit: Mural > Vandal

1. Bikin portfolio. Habis kita latihan bikin mural, selalu ambil foto gambar kita dan upload ke portfolio online kayak Behance atau Instagram.

Do It for Duit: Mural > Vandal

2. Cari kliennya. Kita bisa cari calon klien ke kafe-kafe atau toko yang baru buka dekat rumah kita. Tawarin kerja sama ke mereka. Jangan lupa untuk pikirin biaya yang harus kita keluarin; kita, kan, harus beli cat dan kuas, lalu keluarin tenaga dan waktu juga. Jadi, kita harus hitung gimana kita bisa menutupi pengeluaran dengan keuntungan yang kita dapat.

Do It for Duit: Mural > Vandal

3. Kalo mural yang diminta keliatan susah, jangan takut untuk minta bantuan ke temen, terus uang yang didapet bisa dibagi bareng-bareng. Pasti bakal lebih seru daripada ngerjain sendirian!

Jadi, gimana menurutmu, Springster? Udah bikin kamu pengen jadi seniman mural belum? Share pendapatmu di kolom komen, yuk!