Aku Belajar Banyak Dari Driver Ojek Perempuan

Kita juga bisa kok lakukan apa yang kita mau!

Aku Belajar Banyak Dari Driver Ojek Perempuan

Sekarang pengemudi ojek online perempuan udah gampang banget buat ditemui. Tapi sayang, pengguna layanan ojek online terkadang suka membatalkan pesanan mereka kalau si pengemudi adalah perempuan. Alasannya beraneka ragam, ada yang kasihan ada yang merasa lebih cocok jika diboncengi oleh pengemudi laki-laki.

Padahal, pengemudi perempuan juga bisa kok melakukan tugasnya sebaik pengemudi laki-laki. Masa sih? Aku punya kisahnya buat kalian.

Jadi suatu waktu, aku pulang menuju rumah dengan memesan ojek online. Ya, ada yang menerima pesananku. Ia adalah seorang pengemudi ojek perempuan.

Aku cukup terkejut saat di perjalanan, beliau tahu banyak jalan pintas agar aku bisa sampai ke rumah lebih cepat dan aman tanpa harus terjebak macet.

Saat di perjalanan menuju rumah, si ibu pengemudi ngobrol cukup banyak denganku. Kebanyakan sih tentang kehidupannya saat menjadi pengemudi ojek online.

Si Ibu bilang kalau cukup banyak calon penumpang yang membatalkan pesanan mereka saat tahu kalau pengemudinya adalah perempuan. Tapi bukan patah semangat, Ibu ini justru makin tertantang untuk jadi pengemudi ojek yang lebih baik. Si Ibu selalu berlatih untuk mengemudi seaman mungkin dengan bantuan temannya. Ia belajar menggunakan Google Maps untuk melihat rute tercepat dan menghindari macet.

Dalam obrolan itu, si Ibu juga cerita kalau sekarang ia menghidupi dua orang anaknya seorang diri.

Oleh karena itu, si Ibu ikut mendaftarkan diri menjadi pengemudi ojek online. Tapi untuk bisa diterima, ia harus bisa mengendarai motor.

Beberapa tetangganya sempat pesimis kalau si Ibu bisa mengendarai motor karena memang ia tidak pernah terlihat mengendarai motor. Tapi si Ibu ingin membuktikan bahwa anggapan itu salah.

Dia belajar mengendarai kopi dengan seorang temannya. Ketika udah jago, si Ibu langsung mengurus surat izin mengemudi. Ya, si Ibu berhasil.

Dua anaknya adalah salah satu penyemangat si Ibu untuk jadi pengemudi ojek online. Saat pesanannya dibatalkan oleh calon penumpang, ia hanya berpikir, “Belum rezeki saya.” kata dia.

Ibu ini menginspirasi aku banget untuk jadi perempuan tangguh, pantang menyerah dan bisa membuktikan pada orang-orang kalau dia bisa melakukan hal yang dia mau meskipun sempat dipandang sebelah mata.