Yuk, Kenalan dengan Sanita: Aktivis Anti Pernikahan di Bawah Umur dari Rembang, Jawa Tengah

Dia menghentikan pernikahannya sendiri saat umur 13 tahun, dan sekarang dia membantu cewek Indonesia lainnya untuk menghentikan pernikahan di bawah umur mereka!

Tanggapan kamu (1) Yuk, Kenalan dengan Sanita: Aktivis Anti Pernikahan di Bawah Umur dari Rembang, Jawa Tengah

Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu diminta untuk menikah di umur 13 tahun? Ini yang terjadi pada teman kita, Sanita, seorang gadis dari Rembang, Jawa Tengah.

Saat dia berumur 13 tahun, orang tuanya berencana untuk menikahkan Sanita karena kondisi keuangan keluarga. Tapi, Sanita menolak! Karena di umurnya yang hanya 13, Sanita masih di bawah umur dan pernikahan di bawah umur tidak selalu berjalan baik, karena secara fisik dan mental, perempuan di bawah umur belum siap untuk menikah. Jadi ia meyakinkan orang tuanya untuk membatalkan pernikahan itu. Kita mungkin merasa berbicara tentang masalah yang sulit ke orang tua itu susah, tapi saat itu berhubungan dengan masa depan kita, kita harus ikut mengambil keputusan. Jadi, gimana biar kita bisa bicara ke orang tua seperti Sanita? Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan, nih:

  1. Bicaralah ke orang tuamu dengan sopan, beri tahu mereka sudut pandang dan opinimu. Jika kamu tidak nyaman dengan keputusan yang akan diambil orang tuamu, tetaplah tenang dan jangan naikkan nada bicaramu. Sebaiknya, berikan mereka solusi lain.
  2. Cari waktu yang pas untuk bicara. Pastikan mereka lagi tenang, senang, dan tidak sedang capek. Jangan mulai percakapan saat mereka sedang melakukan hal lain biar mereka bisa fokus ke hal yang akan kamu bicarakan.

Hari ini, Sanita berumur 22 tahun, dan menjadi seorang aktivis pembela hak para perempuan, dia juga menjadi delegasi Indonesia di Asian Development Bank’s 5th Annual Asian Youth Forum di mana dia mendesak para ahli dan mereka yang berpengaruh untuk mengambil langkah dalam menghalangi semua kejahatan yang bisa terjadi pada perempuan terutama di Asia Pasifik setiap harinya. Keren banget, kan?

Sanita juga menjadi panutan bagi cewek-cewek di kampungnya. Sekarang, para orang tua selalu bilang ke anak-anaknya untuk jadi seperti Sanita yang berani dan pintar.

Sanita mengingatkan kita kalau kita punya hak untuk berbicara dan berkontribusi dalam membuat keputusan tentang masa depan kita. Karena masa depan kita adalah hak kita, setuju? Terima kasih, Sanita!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar
Cinta

Keren

1 tahun, 3 bulan yang lalu