Sederhana: Hadiah dan Kacamata

Oleh @Priya

Sederhana: Hadiah dan Kacamata

Silinder bikin aku kesusahan. Kadang, teman-teman di sekolah--yang enggak begitu kenal aku--bilang, “Kamu sombong,” katanya.

Aku memang agak lambat buat nge-respons sapaan teman-teman, apalagi kalau jarak mereka jauh; 4 meter dariku. Sedihnya, mereka enggak menyadari aku begini.

Hari ke hari silih berganti dengan cepat, enggak kerasa, dan aku sebenarnya takut kalau teman-teman membahas topik itu.

Aku takut, semakin bertambahnya waktu, usiaku, maka silinderku juga. Aku takut kelak penglihatanku makin buram dan berbayang.

Aku takut enggak bisa lihat lengkung sempurna bulan sabit lagi. Aku takut enggak bisa mengenali wajah teman-temanku lagi.

Jadi rencananya, THR tahun ini, aku mau check-up ke Rumah Sakit Mata dan membeli kacamata. Lalu beli hadiah juga buat teman-temanku.

Sebagai kenang-kenangan, ungkapan sayang, dan ucapan terima kasihku pada mereka.

Kalo kamu suka membaca cerita ini, ingin ikutan berbagi ceritamu sendiri, cek kompetisi menulis kami, ya. Tulisanmu akan diterbitkan di situs kami dan dipromosikan ke seluruh media sosial Springster dan dibaca oleh ribuan orang dari berbagai daerah lhooo~