Ketakutan dan Terjebak di Rumah

Pekerjaan beri aku jalan keluar

Tanggapan kamu (22) Ketakutan dan Terjebak di Rumah

Banyak gadis remaja dan wanita di India diharapkan tinggal di rumah dimana mereka lebih aman dari pelecehan di luar sana. Tapi banyak dan makin banyak lagi gadis remaja yang menemukan keberanian buat mengubah hal itu. Inilah cerita seorang gadis remaja:

Namaku Meenu, dan aku tinggal di Delhi, India, sama ibu dan 5 saudara laki-laki dan perempuanku. Ayahku meninggal waktu aku 5 tahun, jadi ibuku membesarkan kami sendirian, dengan gajinya yang kecil. Ibuku ngga bersekolah dan keluarganya memaksa dia menikah waktu dia 15 tahun. Dia selalu bilang kalau seandainya dia bersekolah, dia pasti bisa beri kami kehidupan yang lebih baik.
Jadi, dia bilang kami semua harus bersekolah. Ibulah yang bantu kami supaya tetap bersekolah dan banting tulang supaya hidup kami nantinya jadi lebih baik daripada hidupnya. Om-om aku merasa ibuku buang-buang waktunya dia. Mereka bilang kami harus menikah supaya kami bisa diurus orang lain. Tapi aku dengar kata-kata ibuku dan pergi ke satu sekolah yang ramai di dekat perumahan kumuhku. Ibu bilang sama aku jangan ada perhatian dari pemuda. Dia bilang kalau pemuda tertarik sama aku, bisa berbahaya. Kalau orang-orang cerita (atau bahkan berbohong) tentang pemuda-pemuda tertarik sama aku, ini bisa bawa malu buat keluarga kita - atau bahkan kekerasan buat aku. Aku sudah melihat sama mata kepala aku sendiri.
Sesudah tamat sekolah, aku tinggal di rumah saja. Aku kenal banyak pemuda di perumahan kumuhku yang bilang mereka bakal jaga aku dengan hati-hati. Tetap saja, pikiran tentang pergi keluar dekat pemuda buat aku takut. Aku merasa lebih aman di rumahku sendiri dimana aku bisa bermimpi. Aku ngga bakal tinggalkan rumah buat cari kerja. Aku merasa ngga ada harapan, ngga berguna, dan aku takut mimpi-mimpi aku ngga bakal jadi kenyataan.
Satu hari, ibu menyuruh aku kerjakan sesuatu. Waktu aku sedang menyusuri jalan, aku bertemu seorang wanita. Dia undang aku buat ikut kelas komputer khusus gadis-gadis remaja. Aku takut karena aku ngga pernah pakai komputer sebelumnya. Aku juga takut pergi ke pusat komputer sendirian, jadi, ibuku suruh aku ajak satu orang teman. “Ini waktunya jadi pemberani, Meenu,” katanya.
Aku belajar tentang komputer, hak-hak gadis remaja, dan kerja sama-sama buat komunitas, dan ini buat aku merasa betul-betul baik dan kuat. Waktu pelatihanku berakhir, aku jadi relawan di pusat Pendekatan Feminist untuk Teknologi buat mengajar gadis-gadis remaja lainnya. Aku merasa siap buat melamar pekerjaan telemarketing dan bangga sekali rasanya pulang ke rumah dan bilang sama keluarga aku kalau aku dapat pekerjaannya! Ibuku bilang kalau dia ngga sabar buat melihat ekspresi di muka ayah waktu dia beri tahu ayah kalau anak perempuannya bisa menghasilkan uang buat keluarga! Aku bahkan menghasilkan cukup uang buat bayar pernikahan saudara perempuanku.
Aku belajar kalau aku ngga kalah dibandingkan siapa pun. Aku ngga perlu takur atau sembunyi dari para pemuda di pojok. Aku punya keberanian buat berjuang buat diri aku sendiri dan gadis-gadis Delhi yang lain. Suara kami akan sama-sama menuntut perubahan, dan kami akan punya satu sama lain sampai Delhi jadi lebih aman buat gadis-gadis remaja.

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

irana

Menginspirasi banget kak:)

11 bulan, 2 minggu yang lalu
Fidel

Cerita sangat bagus dan sangat menginspirasi

1 tahun, 1 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, Fidel, makasi ya udah baca kisah ini. Baca kisah yang lainnya yuk! Jangan lupa untuk...

1 tahun, 1 bulan yang lalu
Tampilkan komentar