Pratiwi Sudarmono: Pahlawan Indonesia yang Terlupakan

Memanggil Nyonya Astronaut...

Tanggapan kamu (1) Pratiwi Sudarmono: Pahlawan Indonesia yang Terlupakan

Kamu tau gak kalau astronot perempuan pertama Asia berasal dari Indonesia? Ya itu benar! Ahli Mikrobiologi, Pratiwi Sudarmono siap untuk lepas landas ke angkasa pada tahun 1985.

Pionir bagi perempuan Asia untuk pertama kalinya ditugaskan ke luar angkasa, dan ia adalah seorang perempuan Indonesia!

Siapa yang gak mau jadi astronot? Aku ingat waktu kelas 3 SD mengatakan ingin menjadi seorang astronot. Sekarang sepertinya mimpi itu gak akan pernah terwujud karena memang membutuhkan ambisi yang besar dan sangat berisiko tinggi. Tetapi perjalanan ke luar angkasa itu sangat berharga yang benar-benar layak semua itu.

Aku yakin itulah yang ada di dalam benak Pratiwi Sudarmono yang berusia 33 tahun saat itu, ketika terpilih untuk sebuah misi ke ruang angkasa pada bulan Oktober 1985. Ia menjadi spesialis muatan untuk misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H.

Namun, sayangnya, misi gagal berlangsung karena terjadinya Bencana Challenger yang meledakkan pesawat yang akan di pakai Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono.

28 Januari 1986 adalah hari yang tragis dalam sejarah dunia, semua mata tertuju kepada apa yang terjadi beberapa detik setelah lepas landas. Orang tuaku ingat betul betapa kagetnya mereka berdiri di depan televisi dan radio. Itu adalah hari yang tak terlupakan.

Perasaan Pratiwi Sudarmono bercampur aduk. Berduka mendalam untuk semua kerabat yang telah jatuh, terkejut dengan tragedi yang terjadi pada pesawat yang akan ia naiki begitu pula bersyukur bahwa ia telah diberi kesempatan kedua untuk hidup. Bisa saja ia yang jatuh pada misi pesawat itu, jadi ia merasa bersyukur dan tak akan menyia-nyiakan waktu.

Aku sangat mengaguminya terutama beliau terus berusaha untuk melanjutkan misi yang jauh lebih besar dalam hidupnya, yaitu memajukan ilmu pengetahuan. Jadi meskipun mimpinya untuk pergi ke luar angkasa telah kandas, ia tak akan patah semangat dalam menjalani hidupnya sebagai seorang ilmuwan dan insinyur. Aku bangga memiliki panutan seperti Pratiwi Sudarmono! Indonesia harus mengakui prestasinya karena ia telah melalui banyak pengalaman yang bersejarah.

Dan walaupun beliau gagal mencapai luar angkasa, ia mendedikasikan hidupnya untuk lebih memahami planet ini.

Saat ini ia adalah seorang Guru Besar di Universitas Indonesia dan Ketua Departemen Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Profesor Pratiwi telah membuktikan bahwa Indonesia mampu memiliki seorang astronot yang dipilih oleh NASA. Sedikit orang yang mengenalinya dan kisahnya, tapi aku yakin ini sudah saatnya semua mengetahuinya! Selamat Hari Internasional Perempuan dalam bidang Sains! Terima kasih atas semua yang telah engkau lakukan, Profesor!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar
Nakagawa

Aku memiliki cita cita yang banyak termasuk bercita cita menjadi seorang astronout sejak usia 11th...

1 tahun, 5 bulan yang lalu