Part 1: Teman dari sebuah Keberanian

Oleh @novivitatalia

Tanggapan kamu (3) Part 1: Teman dari sebuah Keberanian

Hai, perkenalkan namaku Novita Lia Nurilam Sari. Usiaku 16 tahun. Sekarang aku lagi duduk di bangku kelas 11 teknik komputer jaringan.

Ada yang tahu kelas 11 itu masa apa?? Ya, benar sekali, masa putih abu, aku sekarang ini juga sedang menikmati bagaimana rasanya masa putih abu.

Setelah aku melewati masa putih merah dan masa putih biru bertahun-tahun yang lalu dengan beribu-ribu kenangan yang ada di dalamnya. Ada sedih dan senang yang selalu aku lalui setiap harinya, bukan hal yang mudah untuk mendapatkan selembar kertas berisi nilai pada masa putih merah dan masa putih biru, diperlukan perjuangan untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.

Selain itu kita juga diuji untuk jujur dan belajar dengan giat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Yakinlah bahwa perjuangan tidak akan pernah membohongi hasil.

Ngomong-ngomong sekarang ini aku mau menceritakan tentang di antara ribuan kenanganku itu, aku juga pernah berdiri dan membela apa yang menurutku benar, lho.

Pada waktu itu aku masih duduk dibangku kelas 10 TKJ ditemani oleh teman baruku yang bernama Mira. Dia sangat cantik hingga sampai banyak orang yang menyukainya.

Hampir semua laki-laki seisi kelas menyukainya kecuali yang bernama Irfan, namun di antara banyaknya orang yang menyukai dirinya tidak ada satupun orang yang diterima oleh Mira.

Walaupun dia sangat benar-benar cantik melebihi kecantikan diriku sendiri dengan penampilannya itu, tetapi sayangnya dia memiliki sifat angkuh atau sombong di dalam dirinya. Sehingga aku melihat dirinya hanya sebatas wanita biasa saja.

Walaupun dia cantik dari penampilannya, namun tidak cantik dari dalamnya. Itu sama saja seperti buah kedondong, diluarnya tampak halus mengkilat bersinar tetapi di dalamnya penuh duri dan menyakitkan jika ditelan.

Sifatnya yang angkuh atau sombong itu membuat aku ilfeel (ilang feeling) kepadanya. Irfan juga sama seperti aku, dia juga tidak menyukai Mira karena Mira itu sombong.

"Cantik-cantik kok sombong!!" gumamku.

Sehingga pada suatu hari dia menggunakan kecantikannya itu untuk membela dirinya sendiri. Dan melawan apa yang menurut pandangannya benar.

Aku masih ingat sekali akan semua kejadian pada hari itu, hari itu adalah hari sabtu jam 09.00 WIB setelah selesai melaksanakan senam pagi di sekolah dengan instruktur oleh kesiswaan, semua murid diminta untuk membersihkan kelasnya oleh kesiswaan. Di mana semua murid di kelas bergotong royong membersihkan kelas agar terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati. Maklumlah sekolah menjadi rumah kedua bagi siswa-siswi di sekolah, karena semua siswa-siswi belajar dari pukul 07.00 sampai 16.30 alias Full Day.

Semua murid di kelas saling membantu bersama-sama membersihkan kelasnya termasuk siswa laki-laki. Tetapi pada waktu itu hanya satu orang yang tidak membantu membersihkan kelas. Siapa lagi kalau bukan Mira? Yah selain cantik, sombong, dia juga pemalas, membuatku semakin tidak suka keberadaan dia di kelas. Rasanya aku ingin cepat-cepat naik kelas supaya aku tidak bertemu lagi dengan dirinya.

Di saat semua orang disibukkan dengan pekerjaannya membersihkan kelas. Dia hanya berfoto selfie dengan muka yang menurutku biasa itu. Dan yang paling aku bencinya lagi dari dirinya, dia selfie di dalam kelas. Dia itu membuatku semakin marah, dia tidak membantu membersihkan kelas malah selfie didalam kelas. Sehingga membuat diriku mempunyai keberanian untuk menegur dirinya.

"Mir, ayo kerja dong semua orang di dalam kelas ini bekerja, selain dirimu yang hanya berfoto selfie di dalam kelas ini. Ini jugakan demi kebaikan diri kita sendiri," kata aku.

"Ih apaan sih, jangan ganggu aku, aku juga ini lagi sibuk nih. Jika aku membantu kalian semua, wajahku yang cantik ini akan terkena debu yang kotor itu, dan aku tidak suka wajahku berdebu nanti wajahku ada banyak jerawat, komedo dan lain-lain jika terkena berdebu. Kalian aja yang kerja aku diam aja yah. Lagi pulakan aku ini sedang sibuk juga nih, " jawab Mira.

"Kalau kamu takut dengan debu, kenapa kamu malah foto selfie di dalam kelas?" tanyaku.

"Aku itu bukannya takut dengan debu, tapi berhati-hati jika ada debu yang masuk ke wajahku nanti gimana? Dan satu lagi, yaaa suka-suka aku dong mau foto selfie dimana juga, mau di dalam kelas, di luar kelas, di halaman ataupun di mana juga itu hak aku yah, lagi pula ini sekolahkan bukan milik nenek moyang kamu." kata Mira dengan sombongnya.

"Sudah, sudah Nov biarkan saja dia. Nanti dia juga akan mendapatkan hidayahnya sendiri kok," kata irfan menenangkan diriku.

"Iya fan, semoga dia cepat-cepat mendapatkan hidayahnya sendiri," ujarku.

….berlanjut ke artikel selanjutnya, baca terus cerita lengkapnya!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Anonim

good baungt

1 tahun, 5 bulan yang lalu
Megananda

Next!!!

1 tahun, 5 bulan yang lalu
Tampilkan komentar