Merayakan Hari Braille Dunia bersama Siti Masyita

Yuk lewati hari ini dengan teman kita Siti Masyita!

Tanggapan kamu (3) Merayakan Hari Braille Dunia bersama Siti Masyita

Memperingati Hari Braille Dunia, kami akan membahas tentang seorang hafidz cilik tuna netra Indonesia bernama Siti Masyita.

Tapi sebelum itu, apa kamu sudah tau tentang Sistem Braille ataupun siapakah Louis Braille? Tenang! Kami kasih tau kok.

Louis Braille adalah seorang guru dari Perancis pada tahun 1800an yang menciptakan sistem baca tulis untuk para tuna netra. Sistem Braille inilah yang sampai sekarang digunakan para teman-teman tuna netra kita lho! Louis Braille sendiri tidak dilahirkan dalam keadaan buta dan sejak kecil ia senang bermain di tempat ayahnya bekerja. Saat umur 3 tahun, ia sedang asyik membuat lubang pada kulit bahan ketika jarum penusuk melukai kedua matanya yang membuatnya buta.

Sama halnya dengan Braille, hafidz cilik asal Makassar Siti Masyita juga kehilangan penglihatannya saat umur 3 tahun. Semenjak itu ia mengandalkan pendengarannya untuk menghafalkan Al-Qur’an. “Masyita dilahirkan secara prematur, ia sudah lahir pada bulan ketujuh.” ucap sang ayah, Nasruddin

“Masyita berbeda dengan anak-anak sebayanya. Ia dapat menghafalkan lantunan ayat suci Al-Qur’an melalui televisi dan smartphone milik ibunya. Ia belajar dengan sendirinya dan terus mengulang apa yang ia dengarkan.” lanjut sang ayah.

Kini Masyita berusia 8 tahun dan telah mengguncang dunia maya dengan keajaiban suara merdunya melantunkan ayat-ayat dari Kitab Suci Al-Qur’an yang ia hafalkan hingga khatam. Masyita dikenal melalui acara pencarian bakat Hafidz Indonesia 2016 yang disiarkan oleh RCTI.

Berkat talentanya, Masyita telah diundang pihak Kedutaan Saudi Arabia di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji bersama orangtuanya. Saat diumumkan, Masyita pun tidak lupa untuk bersujud syukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Namun momen yang menjadi viral pada saat itu adalah ketika tiba-tiba Masyita berdoa dengan lantang agar kedua matanya disembuhkan agar dapat melihat Tanah Suci.

Cerita Siti Masyita yang sangat menyejukkan hati sangat digemari publik karena memberi contoh akan kelebihan yang melampaui kekurangan. Para orangtua berharap agar Masyita bisa dijadikan teladan oleh anak-anak. Ini adalah contoh buat kami semua agar terus menerus mensyukuri apapun yang terjadi, karena pasti ada kelebihan dibalik semua kekurangan.

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

JihanF

subhanallah

1 tahun, 4 bulan yang lalu
NIA

Subhanallah amazzinngg😃😀

1 tahun, 6 bulan yang lalu
Tampilkan komentar