Kekuranganku, Kelebihanku

Oleh @bekti

Tanggapan kamu (6) Kekuranganku, Kelebihanku

Kadang, menjadi anak berkebutuhan khusus harus siap menerima penolakan, termasuk dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Aku tumbuh sebagai seorang gadis yang pendiam. Jarang berkata jika tidak ditanya. Dan jika ditanya, aku cenderung gugup. Kadang aku di-bully karena pendiam. Aku semakin merasa terperangkap dalam kotakku sendiri. Prestasi sekolahku buruk. Tak punya teman. Dan tak ada percakapan di rumah.

Ketika awal masuk SMA, seorang guru berkata bahwa aku akan menjadi orang yang berhasil. Dan pada seminggu pertama sekolah, namaku sudah masuk dalam peserta olimpiade sains di bawah bimbingan beliau. Itulah awal mula segalanya. Semua berawal ketika aku merasa dipercaya.

Aku yang tadinya pemalu, kini justru selalu mengajukan diri untuk tampil pertama di kelas. Ini adalah taktikku, karena semakin lama menunggu, semakin pula rasa takut menumpuk. Aku yang dulu selalu menunduk ketika presentasi, kini mulai percaya diri. Aku menyiasatinya dengan menatap mata tiap pendengar selama tiga detik lalu mengedarkan pandangan. Dengan menatapnya itulah aku berusaha meyakinkan apa yang kuucap. Semenjak itu pula aku menyukai debat karena menyatakan pendapat itu ternyata tak seburuk yang dibayangkan. Justru amat menantang!

Kekuranganku kini menjadi kelebihanku. Aku kerap menjadi perwakilan dalam berbagai kompetisi. Aku juga mulai menyukai berbagai macam bahasa. Karena bagiku, tanpa bahasa, komunikasi tak pernah terjalin sempurna. Ku pelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, Spanyol, Korea melalui kursus gratis coursera. Aku juga senang belajar bahasa lain lewat situs-situs radio negara tersebut, seperti NHK dan radio ABC. Cita-citaku kini ingin menjadi seorang polyglot di usia muda!

Saat ini, aku selalu mencoba untuk menjadi yang pertama. Keadaanku bukan lagi batasan. Aku memang tidak bisa berdiri, memangnya kenapa? Percayalah tidak ada orang yang payah. Yang ada hanya orang yang tidak diberi kepercayaan dan kesempatan.

"I am only one, but still I am one. I cannot do everything, but still I can do something. I will not refuse to something I can do". - Hellen Keller

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Dhewi

Luar Biasa....

10 bulan, 1 minggu yang lalu
lalisa

ceritanya menginspirasi banyak orang,di kelas ku juga ada anak yang pendiam,gak suka ngomong,kalau...

10 bulan, 2 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hai, lalisa! Terima kasih udah nyeritain kesulitan temenmu ke Springster! Coba baca artikel Laras &...

10 bulan, 1 minggu yang lalu
Tampilkan komentar