Karena Ayahku Berjudi, Nasib Keluargaku Jadi Taruhan

Saat ayahku memilih judi ketimbang keluarganya, aku tau aku harus tetap kuat!

Tanggapan kamu (7) Karena Ayahku Berjudi, Nasib Keluargaku Jadi Taruhan

Saat aku umur 9 tahun, ayahku ketagihan berjudi.

Awalnya, dia ngelakuin ini cuma sebulan sekali. Aku udah bilang kalau berjudi itu ilegal dan gak baik. Tapi ayahku bilang, gak apa, cuma sesekali. Awalnya, taruhannya cuma hal kecil kayak susu atau sedikit uang, tapi kemudian, ini semakin memburuk.

Ayahku mulai ketagihan. Dari sebulan sekali, jadi seminggu sekali, lalu jadi hampir setiap hari. Taruhannya dari uang yang sedikit, jadi uang yang lebih banyak… Dia bahkan mulai menjual barang-barang di rumah seperti sofa dan televisi.

Saat dia menang sesuatu, dia bakal jadi baik banget, tapi kalo lagi kalah, dia akan sangaaat marah. Kadang dia juga jadi main fisik ke ibuku, dan itu gak baik.

Setelah setahun hidup seperti itu, ibuku gak sanggup lagi. Jadi suatu hari, ibuku mengajak aku dan adikku untuk pergi dari rumah dan tinggal bersama kakek dan nenekku.

Saat itu, hidup terasa susah, tapi aku senang aku masih bisa sama-sama ibu dan adikku. Kami berbagi makanan dan kamar kecil, awalnya emang gak nyaman, adikku juga sering nangis pas malam karena kesulitan untuk beradaptasi dengan situasi baru ini… Terus, aku memutuskan untuk gak mikirin hal-hal negatif dan fokus mikirin cara bikin kamar kami jadi lebih menyenangkan… Jadi aku bikin semacam tenda dari selimut untuk aku dan adikku, aku bilang ke dia “Anggap aja kita lagi berkemah!” dan dari yang tadinya nangis, dia dan aku jadi seneng banget tidur di situ! Ternyata, hanya dengan mengubah cara kita melihat sesuatu bisa bikin kita lebih bahagia, ya.

Ibuku juga selalu kerja keras, bahkan dia masih bekerja di akhir pekan. Dia juga minta tolong ke aku untuk bantu dia menjaga adikku. Jadi, aku bantu adikku bersiap-siap sekolah, sambil aku juga pergi sekolah. Aku juga bantu ibuku dengan menjual kue bikinan sendiri. Nenekku yang bikin kuenya, aku yang jualin di sekolah-sekolah yang ada di dekat rumah.

Akhirnya, ibuku mengajukan cerai dan dikabulkan oleh pengadilan. Ayah dan ibuku pun secara resmi berpisah dan aku gak ketemu lagi dengan ayahku selama 8 tahun, sampai akhirnya tahun lalu, aku bertemu ayahku.

Dia sudah menikah lagi dan sudah tidak berjudi. Sekarang dia lebih bertanggung jawab dan aku bisa bilang, sekarang ia memilih keluarganya dibanding judi. Aku lega, walaupun keluargaku berpisah, paling gak sekarang ayahku punya keluarga yang bahagia, aku pun punya keluarga yang bahagia dengan dua adikku, ibu, dan ayah tiriku. Kami sekarang tinggal di rumah kami sendiri, aku dan adikku pun punya kamar masing-masing, walau kadang, kami masih suka bikin tenda dari selimut dan tidur berdua di dalamnya kayak waktu kami masih kecil!

Masa kecilku mungkin beda dengan anak kebanyakan, dan aku harus mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan… Tapi dengan dukungan ibu dan adikku, aku tau masih banyak hal yang bisa aku syukuri. Masa lalu aku juga yang bikin aku jadi kayak sekarang ini; Orang yang lebih kuat dan lebih bersyukur.

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Ervina

😞😭 kecewa rasanya

2 bulan, 2 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hai Ervina! Tetap semangat atuuuh! :D

2 bulan, 2 minggu yang lalu
cahles_lestari

harus banyak bersyukur.

2 bulan, 4 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, cahles_lestari! Ya, setuju :) Terima kasih ya sudah baca dan berkomentar di artikel ini :)

2 bulan, 4 minggu yang lalu
Tampilkan komentar