INSPIRASI? Pengamen Juga Bisa Tuh!

Oleh @Mrs.prazs

Tanggapan kamu (1) INSPIRASI? Pengamen Juga Bisa Tuh!

Hai Springters, siapa sosok idola inspirasi kalian? Kalau bahas tentang sosok, banyak orang yang menjadikan publik figur sebagai inspirasi mengejar mimpi-mimpi mereka dalam hidup bener gak?

Dulu, aku pun begitu. Sampai pada akhirnya aku bertemu Diki. Siapa itu Diki? Diki artis mana? Bukan... dia orang biasa kok, malah dia hanya seorang anak kecil biasa, pengamen pula.

Pada awalnya, aku selalu duduk santai pada sore hari di tepi danau dekat rumah. Di situ lumayan ramai karena dijadikan obyek wisata, tempat yang tidak terduga bagiku melihat sosok kecil Diki membawa botol air mineral kosong diisi dengan beras sebagai alat bantunya bernyanyi.

Bocah itu lagi, pikirku. Terbesit keinginan tak terduga ketika bocah itu menghampiriku bernyanyi dan meminta uang ngamennya. “Sini, ku tanya dulu sebelum kuberi uang,” begitu lah kata yang terlontar dari mulutku.

Raut wajahnya curiga. Kami akhirnya duduk dan mulai larut dalam obrolan tentang keseharian Diki. Butir pertanyaan mengalir meluncur dari bibirku, merayu Diki untuk bercerita sedikit tentang hidupnya.

“Inilah aku kak, aku Diki kelas 6 SD. Rumahku dari sini jauh, di belakang stasiun, aku ngamen seusai sekolah. Aku begini udah lama, uang yang kuhasilkan kutabung sebagian sisanya kupakai jajan. Kalo Ibu perlu, aku kasih. Ayahku kerja di luar kota, beliau bekerja membuat baja. Penghasilan ngamenku gak tentu. Aku sengaja ngamen untuk biaya sekolah SMPku nanti. Aku gak malu begini kok Kak, temenku tau aku ngamen tapi mereka gak ada yang mem-bully aku. Kalau danau sedang ramai, aku bisa dua kali memutar danau, hasilnya lumayan apalagi hari Minggu.“

Jujur saja aku terkoyak dengan setiap jawaban polosnya. Wow, ini membuatku terjerembab dalam rasa kagum luar biasa pada anak kecil ini. Matanya berbinar seperti mengenang cerita lama tentang hidupnya, lalu tertawa renyah seperti itu tidak masalah.

Terbayang, bocah seusia ini bahkan pemikirannya jauh lebih memikirkan masa depan ketimbang aku yang sudah berusia 20 tahun. Di setiap jawabannya tentang alur hidupnya bagaikan cambuk buatku. Sekecil itu pahitnya hidup dan kerasnya perjuangan dia sudah tau rasanya.

Setelah hampir 1 jam kita bercengkrama, dia lalu pamit karena sudah terlalu sore. Kuberi dia uang mengamennya. "Terimakasih, Kak," ujarnya lalu sambil berlari lincah meninggalkanku.

Tuhan... Mengapa aku selemah ini, sedangkan diluar sana ada banyak manusia harus bertahan sekuat itu. Ada pengamen kecil yang begitu baru dan hidup dalam hatiku, inspirasi hidupku. Inspirasiku untuk menggapai cita-citaku dengan semangat pantang menyerah. Inspirasiku untuk menjadi seorang yang tangguh untuk merealisasikan mimpiku. Inspirasiku untuk menjadi manusia kuat yang menjalani kerasnya hidup.

Setidaknya hari ini aku sadar dan bertekad aku harus bisa menjadi manusia yang berguna, masa aku mau kalah sama Diki? Hihi!

Kalo kamu suka membaca cerita ini dan ingin ikutan berbagi ceritamu sendiri (dan dapet kesempatan buat memenangkan pulsa sebesar Rp50.000,-!), cek kompetisi menulis kami, ya.

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar
@lin

bagus banget

1 tahun, 1 bulan yang lalu