Dari Kampung ke Kampus: Semuanya Mungkin

Berkat kegigihanku, aku bisa meraih mimpi!

Tanggapan kamu (3) Dari Kampung ke Kampus: Semuanya Mungkin

Namaku Vera. Aku tinggal di Desa Mojokerto, Sragen. Aku punya cita-cita yang besar sedari kecil: bisa duduk di bangku kuliah. Mungkin menurut orang-orang itu mudah, tapi bagiku itu mewah.

Aku anak terakhir di keluargaku dan semua saudara-saudaraku punya mimpi sepertiku: menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Tapi mereka nggak bisa mencapainya.

Ibuku adalah pemecah batu kali dan ayahku adalah mantan buruh tani yang sudah lama nggak bekerja setelah mengalami kecelakaan. Mereka tidak bisa berjanji banyak untukku tapi selalu berdoa untuk kesuksesanku dan mendukungku. Mereka adalah orangtua yang baik bagiku dan kakak-kakakku. Mereka selalu bilang kalo kita semua boleh bercita-cita dan punya mimpi, sesuatu yang kadang nggak kumiliki.

Tapi aku amat bersyukur, aku tetap bisa sekolah apapun rintangannya. Aku masih ingat, saat aku masih SD, aku harus berjalan kaki sampai 4 km untuk menuju sekolah. Emang susah, tapi aku nggak nyerah. Aku selalu dapat ranking bagus di kelas. Karena prestasiku, aku selalu mendapatkan beasiswa yang meringankan beban orangtuaku. Ini bikin aku mikir bahwa kita nggak boleh gampang nyerah walaupun keadaan susah--kita boleh bermimpi tapi untuk mewujudkannya, butuh kerja keras dan usaha lebih.

Bahkan aku masuk SMA favorit, karena prestasiku saat SMP. Saat SMA, aku selalu memperoleh peringkat 5 besar. Selain itu aku juga mengikuti Olimpiade Astronomi dan berhasil jadi juara sekabupaten. Aku bersyukur sekali, karena itu membuatku memperoleh beasiswa lagi.

Apapun kondisiku, aku tetap semangat dan masih punya mimpi. Aku beruntung karena kakak-kakakku selalu mendorongku untuk mengejar mimpiku kuliah, terutama saat itu tampak nggak mungkin terjadi. Bahkan guru-guruku juga menyemangatiku dengan memberi tauku apa yang bisa kulakukan untuk menggapai cita-citaku dan membuatnya lebih gampang diraih.

Saat tiba waktunya untuk mulai mendaftar kuliah, guru-guruku lah yang mendukungku dan mengarahkan aku untuk daftar kuliah via jalur SNMPTN Undangan. Mereka pula yang memberi aku informasi tentang beasiswa Bidikmisi untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

26 April 2017 kemarin, waktu pengumuman pun tiba. Aku diterima lewat jalur SNMPTN Undangan dan menerima beasiswa Bidikmisi selama 8 semester di jurusan Kimia, Universitas Gajah Mada. Bayangkan gimana gembiranya aku saat mengetahui cita-citaku jadi kenyataan!

Modalku hanyalah semangat belajar dan niat yang baik. Dukungan orang-orang di sekitarku juga menbantuku mencapai cita-citaku. Ayo kejar mimpimu, dan bikin semuaitu jadi nyata! Aku bisa punya mimpi, kalian juga! Apakah kalian punya mimpi? Cerita yuk lewat komen di bawah ini!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Rasty

1 tahun, 2 bulan yang lalu
blair

Woww, aku jg mojokerto, tpi msih kls 3 sma. hebat bgt bisa masuk ugm. dulunya sma mana?

1 tahun, 2 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hi @blair! Untuk menjaga keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi (sssttt, baca...

Baca selengkapnya 1 tahun, 2 bulan yang lalu
Tampilkan komentar