Balada Pelajaran Matematika

oleh @WHR

Tanggapan kamu (32) Balada Pelajaran Matematika

Jadi anak sekolah itu campur aduk rasanya. Kadang asik dan seru, terutama pas main bareng teman atau pas jatuh cinta. Tapi kadang juga sebel, pas ketemu mata pelajaran yang susah atau tidak disukai.

Seperti aku, yang memang benar-benar lemah di bidang berhitung khususnya Matematika dan Fisika. Otakku serasa diputar-putar, dada sesak dan perut serasa dililit waktu lihat soal berupa angka. Sejak SD aku memang kesulitan berhitung, bahkan sampai saat ini. Sungguh malas rasanya kalau harus ikut pelajaran Matematika dan Fisika. Kalau aku bisa kabur, mungkin sudah dari dulu aku kabur saat jam pelajaran yang berbau angka.

Tapi lama-lama aku merasa semua itu harus dilewati. Aku harus belajar menerima mata pelajaran yang memuakkan itu. Aku harus perlahan-lahan mencintai mata pelajaran yang memusingkan itu.

Kalau aku terus membencinya dan tidak berusaha berlatih, sedangkan nilaiku di bidang tersebut berada di bawah KKM, bisa-bisa aku tidak naik kelas bahkan tidak lulus sekolah! Jadi, mulai kelas 3 SMP yang merupakan waktu mendekati UN aku mencoba belajar Matematika dan Fisika dengan tekun.

Benar-benar tidak menyenangkan. Setiap hari harus les tambahan, menikmati soal-soal berhitung sampai kenyang. Setiap hari mabuk soal, membuat diriku tambah strong alias 'stres tak tertolong'.

Lama sekali aku menjalani hari-hariku dengan penuh tantangan mendekati hari ujian. Akhirnya saat hari ujian itu datang, jreeeeeeng! Hampir saja aku pingsan melihat deretan soal Matematika yang mematikan. Kucoba mengerjakan beberapa soal dengan rumus yang telah aku pelajari sebelumnya. Setiap aku mengerjakan, mulutku selalu komat kamit membaca doa andalan. Memang untuk kaum lemah berhitung sepertiku lebih mengandalkan doa ketimbang usaha.

Habis, mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa berjuang semampuku. Stresku makin tak tertolong saat menemui soal tentang volume bola. Kepala serasa mau meledak. Karena usaha sudah mentok, akhirnya aku mengisi jawaban dengan 'cap cip cup'. Tapi, aku bangga dengan diriku yang banyak kurangnya ini.

Walaupun aku kesusahan mengerjakan soal, dan nilai ujian Matematika yang aku peroleh di bawah rata-rata (nilaiku 4,25), aku tetap berusaha jujur dalam ujian. Daripada nilai baik, ternyata hasil contekan. Usaha mandiri itu lebih berkesan dan memuaskan walaupun nilainya tak seberapa. Mengingat orangtua dan orang-orang terdekat yang mengharapkanku tumbuh sukses dengan kejujuran.

Dengan kunci yakin akan pertolongan Allah, aku mengerjakan semuanya dengan pasrah setelah berusaha dengan maksimal. Aku percaya, stres di awal akan membuahkan kesuksesan di masa depan, selama mau berusaha dan berdoa pada Yang Maha Kuasa.

Pada hari kelulusan, semua terlihat bersukacita. Yaaa, walaupun nilai mepet tapi 'kan lulusnya bersama-sama. Dan nilai ujian yang buruk hanya nilai mata pelajaran IPA Fisika dan Matematika. Ya sudahlah, kan sudah diusahakan. Sejak saat itu, semua pemikiran negatifku hilang dengan selalu yakin dan tersenyum. Nikmati saja masa sekolahmu. Ini semua demi masa depanmu. Lebih baik susah sekarang daripada susah di masa depan.

Ada sebuah kutipan yang berkata ''Bila kau tak mau menanggung beratnya belajar di masa sekarang, maka tanggunglah susahnya hidup di masa depan,''. Jadi, agar masa sekolahmu nyaman, tenang dan sukses di masa mendatang, jangan malas untuk terus berusaha dan berdoa, serta meminta dukungan dari orang-orang tersayang. Semoga sukses ya kawan-kawanku semua!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

@defirst

Amiiiin .......

1 tahun, 1 bulan yang lalu
kia_putry_kiana

temanku yang bandal bandal malah pintar pintar matematika... mungkin saya harus mencoba dulu dan...

1 tahun, 1 bulan yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Hai @kia_putry_kiana! Semangat terus belajarnya! Boleh nih sambil dibaca artikel ini untuk sedikit...

1 tahun, 1 bulan yang lalu
Tampilkan komentar