Aku Pilih Sekolah!

Aku masih mau sekolah!

Tanggapan kamu (4) Aku Pilih Sekolah!

Hai Springster! Namaku Sakina, 17 tahun. Saat umurku 16 tahun, aku nyaris dinikahkan. Saat itu aku bingung dan ingin sekali dapat masukan untuk menghadapi situasi seperti ini. Buatku, pendidikan itu nomor satu. Aku takut kalau setelah menikah, aku jadi berhenti sekolah.

Kirana, salah seorang temanku datang dan menunjukkan sebuah tulisan tentang dua perempuan, Hasmita Nurzakia dan Nur Afifa yang aktif dalam organisasi Kelompok Sebaya Anti Perkawinan Anak Gowa (Kesatria Gowa).

Mereka menunjukkan pentingnya pendidikan. Kalau kita sudah mendapat pendidikan yang layak, kita akan lebih pede untuk bersuara dalam sebuah diskusi. Kita juga bisa terlibat dalam percakapan dengan orangtua, tema, siapapun! Bahkan dengan pendidikan kita bisa menghasilkan generasi yang terdidik pula.

Mereka juga bilang kalau anak di bawah umur sangat rentan dengan kekerasan rumah tangga.

Enggak hanya itu, di usia yang masih sangat muda, tubuh kita juga belum siap untuk mengandung dan melahirkan bayi. Ini bisa membahayakan diri sendiri dan juga si bayi. Dampak terparahnya? Kematian.

Setelah baca artikel tersebut aku jadi lebih berani untuk bicara sama orangtuaku. Emang awalnya mereka masih memaksa, tapi akhirnya mereka bisa terima pendapatku.

Kok bisa? Ini tipsnya dari aku: Pilih waktu dan tempat yang tepat. Waktu terbaik untuk bicara sama orangtua adalah ketika suasana hati mereka senang atau saat kita lagi bantu-bantu mereka. Aku ngomong waktu kami sedang berkebun dan nonton TV.

Jelasin kondisimu. Semakin detil semakin baik. Kalau bisa kamu cari dulu sebanyak-banyaknya informasi tentang hal yang mau kamu omongin biar nanti berargumen dengan orangtua semakin lancar. Aku bilang ke orangtuaku kalau aku belum mau menikah karena aku masih punya hka untuk dapat pendidikan yang layak untuk masa depanku. Pendidikan sangat berarti buatku. Aku ingin jadi orangtua yang terpelajar di masa depan.

Jangan berdebat. Gunakan kata yang sopan saat bicara pada orangtua. Mereka akan lebih mendengarkan kita ketimbang kamu bicara dengan nada yang tidak sepantasnya.

Kalau enggak berhasil, minta bantuan. Kita bisa minta bantuan orang dewasa lain yang kita percaya. Atau kita juga bisa hubungi TePSA (Telepon Pelayanan Sosial Anak) di 150071 untuk minta bantuan yang lebih profesional. Mereka akan beri kita saran yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi seperti ini.

Mengutarakan pendapat kita ke orangtua itu sah-sah aja kok. Kamu punya hak untuk itu, tapi ingat sampaikan dengan sopan, tanpa emosi. Kamu pasti bisa!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Susi

Halo Kak, aku baru gabung nih di Springster, salam kenal ya ! Saran-sarannya cukup membantu buat...

5 bulan, 2 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, Susi! Sama-sama, ya! Semoga kamu senang baca-baca artikel Springster dan juga rajin berikan...

5 bulan, 2 minggu yang lalu
inawl

Kak Sekar? Gimana kalau orangtuanya tetep enggak nerima bantahan? Aku sebenernya pengen banget...

Baca selengkapnya 5 bulan, 3 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo, inawl! Yuk coba bicara lagi, ajak mereka bicara di tempat yang nyaman, dan kemukakan...

Baca selengkapnya 5 bulan, 2 minggu yang lalu
Tampilkan komentar