Seorang ibu di usia 16 tahun!

Seharusnya aku bilang tidak

Tanggapan kamu (161) Seorang ibu di usia 16 tahun!

Hai Springster,

Nama aku Khadija, Aku anak pertama dari 8 bersaudara yang lahir dari seorang ayah yang luar biasa dan seorang ibu yang penyayang. Ayahku punya pekerjaan yang bisa kasih kehidupan nyaman buat kami semua. Tapi waktu ayah meninggal, hidup aku yang nyaman juga ikut berakhir.

Di negaraku, seorang janda nggak punya hak buat tinggal di rumah suaminya. Kami diusir sama om-om aku dan harus pindah ke sepetak tanah kecil di kampung keluarga ibuku. Selama satu bulan aku bolos sekolah supaya bisa bantu keluargaku bikin batu bata buat bangun rumah baru. Hidup dilalui hanya untuk mencoba bertahan hidup hari demi hari.

Tapi nggak peduli seberapa laparnya aku, aku selalu belajar dengan giat di sekolah. Aku bilang sama diriku sendiri supaya fokus! Setiap ada waktu luang di sela-sela berkebun dan membersihkan rumah, aku belajar untuk ujian akhir supaya lulus masuk SMA. Kerja kerasku terbayar waktu aku lulus ujian masuk dengan nilai yang sangat bagus, tapi kami nggak mampu buat bayar uang sekolah. Aku tunggu setahun penuh buat ikut ujian lagi dengan harapan aku bakal dapat beasiswa buat sekolah asrama perempuan - dan berhasil!

Suatu hari, teman sekelasku meyakinkan aku buat ikut pergi ke pantai. Di situlah aku bertemu seorang pria yang baik banget. Kami mulai ngobrol dan setelah beberapa waktu, kami pacaran! Terus ada satu waktu dia membujukku berhubungan seks dan beberapa bulan setelahnya, aku hamil.

Nggak ada yang pernah ngomongin tentang seks sama aku sebelumnya. Membingungkan. Aku bahkan nggak tahu apa itu pengaman dan bagaimana cara pakainya. Aku cuma percaya kalau dia bakal jaga aku. Hari-hari terasa berat saat tau aku hamil. Ibu kecewa sama aku, aku pun sama. Aku udah punya rencana buat menyelesaikan sekolahku, tapi dengan kondisi hamil seperti ini artinya beasiswa yang aku tunggu hilang.

Saat melahirkan, rasa sayang dan bahagia muncul karena aku membawa kehidupan baru ke dunia ini. Hidup memang keras, tapi semua harus dijalani.

Satu tahun kemudian, seorang pria datang ke rumah kami. Dia bilang kalau dia bekerja di sebuah Organisasi Dukungan AIDS, yang fokus untuk membantu para ibu tunggal muda agar bisa kembali bersekolah dan mendapat pendidikan.

Dia bilang, agar aku memenuhi syarat, aku harus bekerja jadi salah satu pendidik dan berbagi cerita dengan gadis-gadis remaja lain tentang cerita hidupku supaya mereka belajar dari pengalamanku, tidak takut untuk menjadi perempuan kuat dan berani angkat suara saat mereka tidak mau melakukan hal yang tidak mereka inginkan.

Sekarang anakku sudah 3 tahun. Masih ada 2 tahun lagi sebelum lulus SMA. Banyak hal yang udah aku lalui, tapi ceritaku nggak berakhir di sini. Putus sekolah dan mengurus anak hanya bagian kecil dari ceritaku. Aku tau kalau aku terus bekerja keras dan gak menyerah sama keadaan, aku bisa lalui apapun itu.

Meskipun ada orang yang mikir negatif karena aku menjadi ibu di usia yang sangat muda, aku tetap bangga sama diri aku karena aku bisa jadi contoh buat cewek-cewek lain. Buatku, penting banget untuk kasih semangat mereka yang bernasib sama denganku dan membantu cewek-cewek lain untuk gak hamil di usia yang sangat muda.

Sekarang, sharing yuk! Pelajaran apa yang kamu dapat dari kisah Khadija? Cerita di kolom komentar ya!

Bagikan tanggapanmu

Masuk untuk meninggalkan komentar

Tanggapan kamu

Bila

Bagus banget critanya..untk menginspirasi remaja

3 bulan, 1 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo Bila! Inspirasi seperti apa nih yang kamu dapat dari membaca artikel ini? Ceritain yuk! :D

3 bulan yang lalu
@Nanaa24

Sngat Menginspirasi Buat remaja agar lebih pintar memilih pergaulan

5 bulan, 1 minggu yang lalu

Balasan Terbaru

Kak Sekar - Admin

Halo @Nanaa24! Terima kasih sudah membaca artikel Springster! Banyak banget lho artikel seputar...

5 bulan, 1 minggu yang lalu
Tampilkan komentar